Cari Blog Ini

Memuat...
Loading...

Selamat Datang, Kawan

Mari berbagai pengetahuan tentang pendidikan, terutama pendidikan jasmani. dan juga tentang Olahraga Bagi yang tertarik kami tunggu komentar dan pendapatnya. OK?

Minggu, 26 Desember 2010

Aktivitasolahraga dan Pembelajaran: Kekalahan Yang Menyedihkan

Aktivitasolahraga dan Pembelajaran: Kekalahan Yang Menyedihkan: "Minggu, 26 Desember 2010 Jam 19.00 s.d 21.00 Timnas sepakbola Indonesia bertekuk lutut dihadapan Timnas sepakbola Malasya dengan skor cukup ..."

Kekalahan Yang Menyedihkan

Minggu, 26 Desember 2010 Jam 19.00 s.d 21.00 Timnas sepakbola Indonesia bertekuk lutut dihadapan Timnas sepakbola Malasya dengan skor cukup telak 3-0 di hadapan suporter Malasya. Jujur bahwa pertandingan sepanjang 2 x 45 menit nampak sangat membosankan. Mengapa? sebagai pecinta timnas sepakbola Indonesia rasanya kecewa sekali. Kecewa bukan karena skor kekalahannya yang mencapai skor 3-0. Namun bagaimana proses kekalahan itu terjadi. Seakan tim Inonesia belum pernah bertemu dengan tim malasya sebelumnya. Seakan-akan tadi malam adalah pertandingan perdana antara Indonesia dan Malasya. Wow Ironi sekali seakan tim Indonesia tidak ingat bahwa baru saja membabat habis tim Malasya dengan skor sangat telak 5-1. Lo di kemanakan hasil permainan yang begitu fantastis. Bermain seakan takut kalah, bermaine seakan membiarkan dirinya dipencundangi. Maaf bukan maksud saya mengecilkan tim Indonesia. Tetapi justru saya menghendaki sebuah permainan yang menunjukkan bahwa timnas Indonesia bisa bermain dengan baik dan memberikan perlawanan yang pantang menyerah meski akhirnya kalah. Bukan ibarat bertinju kita selalu kena pukul tanpa memberikan pukulan balik. Lha bagaimana tidak lawan memberikan pukulan 5 x kita hanya memberikan pukulan 1 kali. Itupun pukulan yang meleset. Bagaimana kalau kita sama-sama memukul 5x meskipun hasilnya nanti kalah. Tidak masalah bagi kita. Bagaimana? setuju?

Sabtu, 18 Desember 2010

Prestasi olahraga Adalah Sebuah Simbol?

Minggu, 19 Desember 2010 Timnas sepakbola Indonesia akan bertanding semifinal dalam partai home yg berarti bahwa Indonesia menjadi tuan rumah, meski pada pertandingan away juga menjadi tuang rumah, karena Philipina tidak diperbolehkan menyelenggarakan pertandingan itu karena tidak memiliki lapangan sepkabola yang standar Internasional. 


Pertandinga besok malam, merupakan petandingan yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia umumnya khususnya para gibol (gila bola). Ditunggu-tunggu di sini memiliki dua arti pertama, memang benar timnas sepakbola di tunggu sepak terjang dalam bermain denga baik, kedua, adalah bagaimana pertandingan itu dapat di menangkan oleh timnas. Yang kedua inisebenarnya yang paling di tunggu oleh masyarakat. Mengapa? karena masyarakat sudah terlalu haus akan prestasi (sepakbola). Kehausan ini kalau boleh saya ibaratkan bagaikan musyafir di padang pasir yang benar-benar mengharapkan air untuk menghilangkan dahaga yang demikian tinggi.


Harapan kita, besok timnas dalam pertandingan dapat mengalahkan timnas sepakbola Philipina dengan skor yang menyakinkan. Dan selanjutnya kita sangat bergembira, karena berarti bahwa timnas Indoensia sudah masuk babak final dan jelas tinggal perebutan juara. Dalam prediksi saya nampaknya timnas sepakbola Indonesia akan menjadi juara untuk pertama kalinya dalam sejarah persepakbolaan di Asia Tenggara. 


Persoalannya adalah Prestasi juara itu, bagaimana kita menyikapinya apakah setelah juara selesai atau setelah juara kita lebih berlatih dengan keras atau bahkan menambah naturalasasi pemain sebanyak mungkin. Kalau saya dalam menyikapi ini adalah bahwa Prestasi juara adalah sebuah simbol untuk bangsa ini. simbol dalam arti bahwa sebenarnya bangsa ini adalah bangsa yang memiliki banyak karakter positif yang mampu mendukung sebuah prestasi. karakter ini yang saya maksud adalah bahwa bangsa ini sebenarnya memiliki sikap-sikap positif yang kuat seperti 1) mau bekerja keras, 2) memiliki motivasi yang tinggi untuk maju, 3) tahan terhadap tekanan, 4) ulet, 5) dapat bekerjasama dengan baik, 6) disiplin yang tinggi, 7) dan sikap-sikap yang positif yang lain.

 
Sikap-sikap ini sebenarnya dapat kita pandang dari 2 sudut, pertama, bahwa sebenarnya bahwa bangsa kita adalah bangsa yang dapat di ajak untuk maju dan berpretasi karena simbolitu sudah diterapkan oleh salah satu perwakilan timnas sepakbola Indonesia. atau kedua, bahwa bangsa ini mengambil suri teladan ang kiranya sikap-sikap yang dimiliki oleh timnas sepakbola yana  kiranya dapat diterapkan dalam bidang-bidang yang lain. Sehingga kita akan dapat maju dengan pesat dan melesat dari bangsa-bangsa lain. dengan meminjam istilah sejarah adalah evolusi yang dipercepat. nah artinya bahwa kita adalah bangsa yang memiliki potensi untuk maju. Sekarang tinggal baimana kita belajar dengan baik. Dalam arti belajar bisa dari berbagai cara. Yang terpenting adalah semua belajar tadi muaranya adalah untuk memajukan bangsa ini akan jaya di kemudian hari. dan tidak menunggu lama tapi waktu yang relatih pendek. Bagaimana? setuju?

Rabu, 15 Desember 2010

Naturalisasi Pemain Sepakbola Indonesia, Setujukan anda?

Besok, 16 Desember 2010, jam 19.00 di Senayan Jakarta Timnas sepakbola Indonesia akan bertanding melawan Timnas sepakbola Filipina. Sebagai warga negara yang memiliki nasionalisme, maka saya berharap timnas sepakbola Indonesia dapat memenangkan pertandingan  itu dengan menyakinkan. Kalau boleh meminjam istilah dalam pertinjuan kemenangan yang diperoleh dengan angka mutlak. Moment kemenangan ini akan memciptakan sejarah bagi persepakbolaan Indonesia. Artinya kebangkitkan itu selalu ditandai dengan sejarah yang dapat dikenang oleh banyak orang. sejarah itu adalah kemenangan Indonesia yang benar-benar diharapkan oleh pecinta sepakbola sekaligus oleh bangsa Indonesia.

Persoalan lain menurut saya adalah bukan sekedar kemenangan timnas sepakbola Indonesia, namun persoalan naturalisasi pemain asing menjadi timnas sepakbola Indonesia. Bagaimana kita melihat naturalisasi ini dari beberapa sudut dan bagaimana kelebihan dan kekurangan. Dalam tulisan ini saya hanya menekankan pada pertanyaan setujukah kita dengan naturalisasi? jawaban pertama saya adalah setuju. mengapa? ternyata dengan naturalisasi ini timnas sepakbola Indonesia memperlihatakan kemajuan yang sangat luar biasa. Hal ini ditandai dengan kemenangan telak pada pertandingan melawan Malasya dengan skor 5-1 dan dengan Laos dengan skor 6-0 serta dengan Thailan dengan skor 2-1 meskipun dengan perolehan kemenangan yang cukup dramatis. Dan kemenangan ini tidak pernah diperoleh dalam waktu yang cukup lama. Haus dan dahaga bangsa Indonesia akan memiliki timnas sepakbola yang kuat sangat terobati. Kedua, dengan timnas yang kuat akan memberikan simbol terhadap kebangkitan-kebangkitan dibidang lain bahwa bangsa Indonesia pada dasarnya memiliki kemampuan dari banyak aspek dengan melakukan adopsi cara, seperti yang dilakukan oleh timnas sepakbola Indonesia. Artinya bahwa untuk maju kita tetap memerlukan keahlian-keahlian dari orang luar yang kemudian nantinya dapat kita tiru dan kembangkan dengan baik dan mampu melampui kemajuan yang lebih spektakuler. Kita tidak perlu malu untuk mengatakan bahwa kita perlu belajar dari orang lain. Namun kita harus tetap memiliki percaya diri bahwa kita juga sebenarnya jauh lebih mampu jika bakat dan kemampuan bangsa ini dikembangkan dengan baik.

Sedangkan kelemahannya, adalah kesempatan pemain asli Indonesia menjadi tergeser oleh pemain naturalisasi dan ini akan memberikan efek psikologis yang kurang baik. mengapa pemain bisa menjadi apatis dan tidak peduli. Namun bisa juga pemain semakin termotivasi untuk menjadi pemain timnas dengan melakukan perjuangan yang sangat keras. Untuk alasan yang ini sangat baik bagi pemain2 yang memiliki keinganan maju sangat besar dan terbiasa dengan competisi. kelemahan berikutnya adalah jika dengan natularisasi ini ternyata tidak memberikan dampak terhadap kemajuan persepakbolaan Indonesia. Maka naturalisasi tidak diperlukan lagi.
Sedangkan menurut saya naturalisasi diperlukan selama kita mampu mengambil manfaat dari cara tersebut. artinya kita harus benar-benar meniru dan mampu mengembangkan pemain-pemain yunior menjadi seperti pemain yang naturalisasi aatau bahkan dan seharusnya bisa menjadi lebih baik lagi timnas sepakbola ke depan. Bagaimana pendapat anda? saya tunggu komentar anda.

Selasa, 16 November 2010

Asian Games 2010 di China

5 hari sudah Asian Games 2010 di China sudah dan sedang berlangsung. Beberapa negara sudah menunjukkan hasil pembinaan dan pelatihan olahraga di masing-masing negara. Hasil ini dapat di lihat dalam perolehan medali sampai hari ini (ke 5). Cina selaku tuan rumah dan sekaligus negara super power dalam bidang olahraga jelas tidaklah pantas jika kita membandingkan dengan negara kita. Namun kita harus realistis dengan membandingkan dengan negara-nagara lain. sebagaimana kita ketahui sampai hari ke 5 perolehan medali sebagai berikut: 1) China 77 emas, 28 perak, 28 perunggu, 2) Korsel 22 emas, 17 perak, 27 perunggu, 3) Jepang 15 emas, 34 perak, 29 perunggu, 4) Korut 3 emas, 6 perak dan 9 perunggu. Disusul negara-negara lain seperti Taiwan, Hongkong, Kazakstan dan Uzbekistan. sedangkan Indonesia menduduki peringkat ke 19 dengan 0 emas, 1 perak dan 7 perunggu. Nah mari kita berfikir jernih. Bagaimana menurut Anda? apakah memang itu sudah maksimal ataukah kita masih menunggu cabang-cabang olahraga lain memperoleh emas. Moga-moga Indonesia masih bisa meraih medali yang cukup banyak terutama emas. Sehingga sebagai masyarakat yang peduli dengan olahraga kedudukan negara kita mendekati ya sekitar 10 besar. Namun apakah ini dapat terwujud, saya tidak tahu. Yang terpenting bagi kita adalah bertanya dengan pertanyaan Why (mengapa)? negara kita hanya sedikit medali yang diperoleh? nah ini memang sulit untuk dijawab. Karena masing-masing memiliki argumentasi yang berbeda-beda dan mencoba membenarkan pendapat masing-masing. meskipun pendapat itu nantinya tidaklah tepat. namun bangsa kita adalah bangsa yang mungkin agak suka 'mengeyel'. suka berbicara, suka berdebat, suka dikatakan pandai bicara. namun tidak banyak yang mengatakan bangsa yang pekerja keras, bangsa yang tidak mau kalah dengan bangsa lain dalam arti kemajuan dalam segala bidang, bangsa yang memiliki potensi yang sangat besar, bangsa yang benar-benar memiliki harga diri tidak mau kalah dengan bangsa lain. Nampak ini yang jarang kita dengar. pertanyaan adalah 1) banggakah kita dikatakan bangsa yang pandai bicara? 2) banggakah kita dikatakan bangsa yang pandai bertindak? atau kita bangga dikatakan pandai berbicara sekaligus hebat dalam bertindak? pilih yang mana? bagaimana pendapat anda?

Senin, 02 Agustus 2010

"Kawah condro dimuko" itu namanya PLPG

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), telah dan sedang berlangsung di beberapa Perguruan Tinggi penyelenggara. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan FIK UM salah satu jurusan yang ikut terlibat di dalamnya. Mulai tahun 2007 sampai 2010 dan selama penyelenggaraan tersebut jurusan telah mengerahkan segala daya dan upaya agar PLPG berjalan dan berhasil dengan baik.  Dan selama penyelengaraan dari tahun itu sampai sekarang pelaksanaan dapat berjalan dengan baik. Hal ini dapat kita ketahui dari hasil refleksi  (dialog dan kesan tertulis) saat kegiatan akan berakhir dan rata-rata peserta menyatakan kepuasan dan rasa gembira karena telah emperoleh ilmu dan manfaat yang dirasakan. Sekaligus saat itu ucapan terimakasih sering terlontar dari para peserta sebelum semua instruktur mengakhiri kegiatan PLPG.

Sebagai salah satu instruktur, rasanya ada kebahagiaan tersendiri jika apa yang kita berikan kepada peserta memberikan manfaat dan kepuasan kepada para peserta. Apalagi sudah sekian tahun dan bahkan berhari-hari berada dan "camp kawah condrodimuko" yang dinamakan PLPG. rasanya kelelahan yang mendera dapat hilang seketika. Oleh sebab itu ucapan terima kasih patut kita berikan kepada seluruh instruktur dari jurusan Pendidkan Jasmani, Olahraga dan kesehatan FIK UM yang telah menyumbangka pikiran, waktu dan tenaganya untuk kemajuan guru-guru Penjas dari seluruh Jawa Timur yang ikut PLPG. Rasanya sudah sepantasnya sebagai salah satu penangung jawab di tingkat jurusan kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada para instruktur di tingkat jurusan.

Kelayakan ucapan terima kasih ini sudah sangat pantas jika kita melihat, merasakan dan melakukan bersama-sama dalam PLPG  sehingga rasa senang dan susah yang telah dirasakan bersama. Sekaligus ucapan kebangggaan patut kita berikan kepada mereka karena telah mendedikasikan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk memajukan para peserta PLPG.
sekali lagi terima kasih atas kerjasamanya sebagai team work yang sangat solid dan dapat diandalkan dalam bekerja dan mengabdi untuk kemajuan bangsa dan negara melalui pendidikan.

Dan untuk semua peserta PLPG utamanya guru Penjas, terima kasih tak terhingga kami berikan kepada Bapak/Ibu atas kerelaan dan keseriusannya mengikuti PLPG dan dengan hati yang tulus kami bangga dengan Bapak dan Ibu karena sebagai salah satu guru yang benar-benar merasakan bagaimana PLPG berlangsung dan bagaimana beratnya mengikuti PLPG selama 9 hari. dan Bpk/Ibu dapat mengikuti dengan baik.
terakhir ucapan terima kasih kami sampaikan kepada para koordinator lokasi. peran Bapak memebrikan arti yang sangat dalam bagi terlaksananya PLPG dengan baik.
Terima Kasih untuk semuanya
Wassalam

Jumat, 25 Juni 2010

KIBAR SEPAKBOLA ASIA DAN INDONESIA

Dua negara Asia telah memasuki babak enam belas besar dalam world cup di Southof Africa. Sebuah prestasi yang kategori langka dalam sejarah sepakbola Asia di piala dunia. Kecuali saat Asia menjadi tuan rumah kejuaraan, yaitu di Jepang dan Korea Selatan. Saat ini Jepang dan Korea menorehkan sejarah baru untuk kebangkitan sepakbola Asia termasuk Indonesia. Sebuah ungkapan yang sederhana nampaknya perlu kita tuangkan dalam opini ini adalah kita bisa. Artinya bahwa kita sebagai bangsa Asia ternyata bisa mengalahkan negara-negara yang nota bene sepakbolanya yang katanya lebih maju. Sejarah ini perlu kita jadikan catatan bahwa Indonesiapun bisa. Nah, persoalannya apakah kita mau bisa atau kita cukup bangga dengan kebisaan seperti yang saat ini. Jangan sampai kita bisa sebagai penonton yang top, jangan sampai kita bisa sebagai komentator yang top, jangan sampai kita bisa sebagai bangsa yang hanya menyiarkan piala dunia saja. Artinya semua ini bukan berarti kita mengecilkan kita sebagai bangsa Indonesia yang besar namun sebagai penanda sejarah bahwa sebenarnya kita memiliki kemampuan untuk mencatatkan sejarah seperti kedua negara di atas. kita terkenal sebagai bangsa pejuang, kita terkenal sebagai bangsa yang tidak mudah menyerah, kita terkenal sebagai bangsa besar baik wilayahnya maupun jumlah penduduknya. wow sebuah modal yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi bangsa yang penuh pretasi dalam segala bidang. Bagaimana? setuju?

Senin, 14 Juni 2010

Aktivitasolahraga dan Pembelajaran: World Cup 2010 dan Kemajuan sebuah Bangsa

Aktivitasolahraga dan Pembelajaran: World Cup 2010 dan Kemajuan sebuah Bangsa
http://www.LearnRealEnglish.com

World Cup 2010 dan Kemajuan sebuah Bangsa

Perhelatan World Cup 2010 sedang berlangsung di South Africa (afrika selatan). Kita bisa melihat setiap hari pertandingan dari malam hari sampai pagi hari. Nah, saat melihat, pandangan kita akan terfokus pada pertandingan itu sendiri. Maksud saya dalam tulisan ini adalah coba kita sekali-kali melihat bagaimana megahnya bangunan (stadium) dan bagaimana jumlah penonton yang demikian banyak. Bahkan hampir tidak ada tempat duduk yang kosong. demikian juga mari kita perhatikan bagaimana penonton begitu tertibnya dalam menikmati sebuah seni yang dinamakan pertandingan sepakbola dunia. Sekarang mari kita mencoba membayangkan bagaimana bangunan, ketertiban penonton dan ketertiban di dalam stadion. Nah, persoalannya apakah negara kita sudah setara dengan Afrika Selatan atau ternyata kita masih jauh dan perlu waktu yang cukup panjang jika kita ingin seperti Afrika Selatan. Itupun kalau kita mau maju seperti mereka. Tapi kalau kita tidak mau seperti mereka kita boleh bangga dengan keadaan seperti saat ini. Cuma, konsekuensinya adalah Negara kita tidak akan pernah dapat menyelenggarakan apa itu yang dinamakan World Cup atau piala dunia sepakbola.   Sering kali kita sudah merasa menjadi yang terbaik tanpa mau membandingkan dengan negara-negara yang lebih maju.Rasanya sulit kita mengatakan bahwa kita sudah maju tanpa membandingkan dengan negara lain.
dan sebagian orang mengatakan bahwa olahraga adalah salah satu indikator kemajuan sebuah bangsa. Nah, kalau memang iya berarti negara kita masih belum bisa mengimbangi kemajuan negara-negara Asia yang relatih sudah lebih maju dari banyak bidang, seperti Korea Selatan, China, Jepang atau bahkan sebenarnya kita juga kalah maju dengan Afrika Selatan. Buktinya Afrika mampu membangun 10 stadion tingkat dunia dan nilai hampir 10 trilyun. Woh bagaimana dengan Indonesia? Optimis? Ok saya salah satu orang yang optimis. Bagaiana dengan anda?

Jumat, 11 Juni 2010

TIM PIALA DUNIA MELAWAN SEPAKBOLA INDONESIA

Hari ini, jumat 11 Juni 2010 merupakan pembukaan piala dunia sepakbola. Gelegar dan hingar bingar piala dunia yang jelas sudah sampai ke Indonesia bahkan masyarakat sudah begitu siap menyambut pertandingan per pertandingan. Bahkan negara mana dan lawan negara mana sudah tahu, hal ini karena rata mereke memiliki jadwal dengan yang sudah pasti dari media koran atau yang lain. Gelegar ini tidaklah salah dan sambuatan tidaklah salah juga. Kita harus bangga bahwa olahraga melalui sepakbola dapat diterima masyarakat Indonesia dengan begitu indahnya. Namun pertanyaannya adalah kapankah Indonesia dapat sejajar dengan negara2 lain. Minimal terjelek adalah bahwa Indonesia bisa ikut dalam piala dunia. Meski nanti pada awalnya tim sepakbola Indonesia akan memperoleh pelajaran yang sangat menyakitkan misal, setiap pertandingan selalu kalah dengan angka yang besar misal 6-0, 7-0-5-0 dan kosong-kosong yang lainnya. Itu lebih baik dari pada kita sepanjang masa hanya menjadi bangsa penonton dan hanya ikut merayakan tetapi tidak pernah memiliki mimpi terlibat dalam pertandingan di piala dunia. Pertanyaan kedua, bisa juga ada yang berpendapat lo kita kan berusaha ke arah sana dan kita terus memperbaiki kualitas tim nasional kita dan banyak alasan yang bisa kita kemukakan. Nah persoalannya adalah sampai kapan batas waktu itu kita tetapkan 10 tahun? 15 tahun? atau 25 tahun? kalau jawaban kita ya berarti kita adalah bangsa yang benar-benar bangsa yang ingin menjadi pejuang tetapi belum menjadi pejuang. Sekarang atau tidak sama sekali. Oleh sebab itu target dan program kerja yang realitis dapat mencapai ke arah itu harus sudah mulai diupayakan. Oleh siapa? pemerintah, pengurus, dan masyarakat luar dengan cara bahu membahu. Bagaimana? setuju?

Selasa, 01 Juni 2010

Malang Bisa dan Arema Juara

Selamat bagimu Malangku, selamat bagimu Arema Indonesia FC. Kau yang telah mengangkat harkat dan martabat kota Malang. Melalui Arema ternyata masyarakat Malang bisa. Bisa meraih juara sepak bola yang sangat bergengsi di percaturan sepakbola Indonesia. Rasanya pantas kita berterima kasih kepada seluruh pemain, pengurus, pelatih, pemerintah kota, suporter (aremania) dan orang-orang yang ikut berjasa dalam menghantarkan Arema juara. Merujuk slogan Indonesia bisa, ternyata sangat tepat kalau saya juga mengatakan bahwa Malang bisa. Maaf bukan berarti saya ikut-ikutan, namun memang slogan ini cocok jika saya pergunakan untuk memberikan apresiasi terhadap sang juara Arema Indonesia FC dalam kompetisi sepakbola yang paling bergengsi di Indonesia.
Kebanggaan masyarakat itulah yang sebenarnya membawa percaya diri kita (masyarakat Malang) bahwa sebenarnya kita semua bisa jika kita berusaha.  Kata berusaha meskipun satu kata mengandung makna yang sangat dalam. Mengapa? karena dengan kata itu sebenarnya kita diharuskan untuk berjuang dan berjuang dalam segenap aktivitas yang kita lakukan. Tanpa itu kita hanya akan menjadi masyarakat yang bangga hanya menjadi penonton. Bagaimana? setujukan anda?

Minggu, 25 April 2010

Fasilitas Olahraga, Pentingkah?



Saat ini aktivitas olahraga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebutuhan masyarakat. Hal ini dikarenakan orang merasa bahwa dengan kebugaran yang baik, maka segala aktivitas yang ingin mereka lakukan dapat tercapai dengan baik. Namun saat ini, fasilitas olahraga mulai berkurang terutama di beberapa kota besar. Hal ini salah satu indikasinya adalah berkembangnya fasilitas perekonomian seperti ruko dan
perumahan. Sebenarnya bukanlah menjadi persoalan karena ini merupakan indikasi bahwa masyarakat mulai maju. Kalau kita mengaju pada UU no 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional bahwa fasilitas olahraga diatur di dalamnya. Persoalannya adalah tidak semua pengambil kebijakan mengetahui tentang adanya UU SKN ini. Nah oleh karena itu sebagai orang yang peduli terhadap kemajuan dan kesehatan bangsanya maka kita perlu mensosialisasikan ke masyarakat luas termasuk para pengambil kebijakan di negara kita. Sebagai contoh dapat kita ketahui dengan di bangunnya lapangan olahraga yang multifungsi di lapangan rampal Malang, maka setiap sabtu dan minggu pagi ribuan masya beraktivitas olahraga. Nah ini menunjukkan pentingnya fasilitas olahraga yang di fasilitasi oleh pemerintah agar masyarakat Indonesia menjadi sehat dan bugar dan dapat membangun bangsanya dengan memiliki akselerasi yang lebih cepat dari biasanya. Dalam hal pembangunan nampaknya kita perlu mencontoh RRC. Bagaimana? setujukah anda?

Jumat, 16 April 2010

Bagaimana Gaya Mengajar Kita?

Seorang guru seringkali menghendaki siswa yang diajar untuk memiliki dan menguasai materi yang kita berikan dengan baik. Sehingga dengan segala upaya pendekatan banyak dilakukan oleh guru agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Khususnya dalam pembelajaran pendidikan jasmani, ada kecenderungan yang sangat kuat guru selalu menggunakan gaya pembelajaran yang bersifat komando, artinya segala aktivitas perencanaan, pelaksanakan hingga evaluasi dilakukan oleh seorang guru itu sendiri. Satu sisi gaya ini dapat membuat seorang guru semakin meningkat profesionalismenya, namun sisi yang lain yang kurang dipahami adalah siswanya cenderung menjadi obyek pembelajaran. Konsekuensinya adalah guru semakin pintar tetapi siswa semakin kurang mandiri. Semestinya guru ada saat guru harus mengembang diri dan ada saatnya siswa yang harus berkembang. Nah dalam tulisan ini, penulis sebenarnya ingin mengajak bahwa seorang guru perlu juga belajar ketrampilan tentang bagaimana membuat siswa yang kita ajar memiliki kemandirian yang kuat. Artinya bahwa dalam pembelajaran itu ada saatnya siswa diberikan tugas agar dapat menjelaskan kesiswa lain dengan cara bertahap. Saat tertentu dia berinteraksi dengan kelompoknya saat tertentu dia dapat berinteraksi dengan kelasnya. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana peran guru? jawabnya adalah sebagai fasilitator yang handal. kapan ia harus menghentikan pembelajaran dan kapan ia harus membiarkan siswanya berani tampil sebagai upaya belajar mengkonstruksi sendiri berdasarkan tujuan pembelajaran. Bagaimana? sudahkan kita seperti itu? guru semakin profesional dan siswa semakin Mandiri dalam belajar.

Sabtu, 10 April 2010

Hujan? Bagaimana Pembelajaran Penjas?

Saat saya mau mengajar pendidikan jasmani di PGSD, cuaca ternyata tidak bersahabat artinya hujan mulai turun dan pada saat mengajar hujan cukup deras. Namun mahasiswa tetap saya ajak untuk beraktivitas pembelajaran. Nah persoalan adalah materi yang sudah saya persiapkan menjadi sia-sia karena tidak mungkin dapat dilaksanakan. Kemudian rasanya tidaklah tepat jika hanya karena hujan kemudian mahasiswa saya minta untuk pulang. Kemudian saya dan mahasiswa berunding dan saya meminta untuk mencarikan tempat berteduh. Akhirnya kita menemukan sebuah taman yang dapat dipergunakan untuk berteduh sekaligus untuk beraktivitas. Dengan tempat yang terbatas, mahasiswa saya untuk berlatih kekuatan otot perut dengan cara sit up dan otot lengah dan bahu dengan cara push up. Nah pada saat seperti ini saya menggunakan gaya mengajar dengan memberi tugas sekaligus gaya mandiri. artinya mereka melaksanakan tugas itu sekligus mereka mencatat sendiri apa yang telah dilakukan. dengan demikian ternyata kita dapat melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani meski dengan keterbatasan yang ada. Bagaimana?

Joyfull learning in physical education with modification

Modifikasi pembelajaran pendidikan jasmani selalu memberikan nuansa pembelajaran yang menyenangkan sekaligus yang memberikan tantangan bagi guru dan murid. Namun dengan catatan bahwa guru mau mengkreasi dengan menyesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa didik. Tujuan yang seharusnya kita capai dalam pembelajaran pendidikan jasmani ini adalah siswa dapat bergerak aktiv sekaligus dalam suasana yang menggembirakan. Dengan modifikasi ini, maka tidak ada alasan bagi guru untuk berkeluh kesah bahwa dia tidak dapat mengajar karena tidak ada sarana dan fasilitas. Seorang guru yang profesional adalah guru yang tidak mudah menyerah dalam situasi dan kondisi apapun. Namun justru mencoba berkreasi dan berinovasi bagaimana jika dia melakukan ini atau itu. Dia bekerja bukan semata-mata ingin dihargai oleh orang lain, namun dia bekerja memang ingin meningkatkan kualitas diri dan sekaligus mengembangkan pembelajaran pendidikan jasmani. bagaimana? setuju?