Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), telah dan sedang berlangsung di beberapa Perguruan Tinggi penyelenggara. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan FIK UM salah satu jurusan yang ikut terlibat di dalamnya. Mulai tahun 2007 sampai 2010 dan selama penyelenggaraan tersebut jurusan telah mengerahkan segala daya dan upaya agar PLPG berjalan dan berhasil dengan baik. Dan selama penyelengaraan dari tahun itu sampai sekarang pelaksanaan dapat berjalan dengan baik. Hal ini dapat kita ketahui dari hasil refleksi (dialog dan kesan tertulis) saat kegiatan akan berakhir dan rata-rata peserta menyatakan kepuasan dan rasa gembira karena telah emperoleh ilmu dan manfaat yang dirasakan. Sekaligus saat itu ucapan terimakasih sering terlontar dari para peserta sebelum semua instruktur mengakhiri kegiatan PLPG.
Sebagai salah satu instruktur, rasanya ada kebahagiaan tersendiri jika apa yang kita berikan kepada peserta memberikan manfaat dan kepuasan kepada para peserta. Apalagi sudah sekian tahun dan bahkan berhari-hari berada dan "camp kawah condrodimuko" yang dinamakan PLPG. rasanya kelelahan yang mendera dapat hilang seketika. Oleh sebab itu ucapan terima kasih patut kita berikan kepada seluruh instruktur dari jurusan Pendidkan Jasmani, Olahraga dan kesehatan FIK UM yang telah menyumbangka pikiran, waktu dan tenaganya untuk kemajuan guru-guru Penjas dari seluruh Jawa Timur yang ikut PLPG. Rasanya sudah sepantasnya sebagai salah satu penangung jawab di tingkat jurusan kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada para instruktur di tingkat jurusan.
Kelayakan ucapan terima kasih ini sudah sangat pantas jika kita melihat, merasakan dan melakukan bersama-sama dalam PLPG sehingga rasa senang dan susah yang telah dirasakan bersama. Sekaligus ucapan kebangggaan patut kita berikan kepada mereka karena telah mendedikasikan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk memajukan para peserta PLPG.
sekali lagi terima kasih atas kerjasamanya sebagai team work yang sangat solid dan dapat diandalkan dalam bekerja dan mengabdi untuk kemajuan bangsa dan negara melalui pendidikan.
Dan untuk semua peserta PLPG utamanya guru Penjas, terima kasih tak terhingga kami berikan kepada Bapak/Ibu atas kerelaan dan keseriusannya mengikuti PLPG dan dengan hati yang tulus kami bangga dengan Bapak dan Ibu karena sebagai salah satu guru yang benar-benar merasakan bagaimana PLPG berlangsung dan bagaimana beratnya mengikuti PLPG selama 9 hari. dan Bpk/Ibu dapat mengikuti dengan baik.
terakhir ucapan terima kasih kami sampaikan kepada para koordinator lokasi. peran Bapak memebrikan arti yang sangat dalam bagi terlaksananya PLPG dengan baik.
Terima Kasih untuk semuanya
Wassalam
There are many kind of sport that do by someone, not only kinds of sport for competition. Sports in this writing are aimed for all community. So that, really all of us can do simple sport well whenever, whereever. so don't be fraid to do
Cari Blog Ini
Selamat Datang, Kawan
Mari berbagai pengetahuan tentang pendidikan, terutama pendidikan jasmani. dan juga tentang Olahraga Bagi yang tertarik kami tunggu komentar dan pendapatnya. OK?
Senin, 02 Agustus 2010
Jumat, 25 Juni 2010
KIBAR SEPAKBOLA ASIA DAN INDONESIA
Dua negara Asia telah memasuki babak enam belas besar dalam world cup di Southof Africa. Sebuah prestasi yang kategori langka dalam sejarah sepakbola Asia di piala dunia. Kecuali saat Asia menjadi tuan rumah kejuaraan, yaitu di Jepang dan Korea Selatan. Saat ini Jepang dan Korea menorehkan sejarah baru untuk kebangkitan sepakbola Asia termasuk Indonesia. Sebuah ungkapan yang sederhana nampaknya perlu kita tuangkan dalam opini ini adalah kita bisa. Artinya bahwa kita sebagai bangsa Asia ternyata bisa mengalahkan negara-negara yang nota bene sepakbolanya yang katanya lebih maju. Sejarah ini perlu kita jadikan catatan bahwa Indonesiapun bisa. Nah, persoalannya apakah kita mau bisa atau kita cukup bangga dengan kebisaan seperti yang saat ini. Jangan sampai kita bisa sebagai penonton yang top, jangan sampai kita bisa sebagai komentator yang top, jangan sampai kita bisa sebagai bangsa yang hanya menyiarkan piala dunia saja. Artinya semua ini bukan berarti kita mengecilkan kita sebagai bangsa Indonesia yang besar namun sebagai penanda sejarah bahwa sebenarnya kita memiliki kemampuan untuk mencatatkan sejarah seperti kedua negara di atas. kita terkenal sebagai bangsa pejuang, kita terkenal sebagai bangsa yang tidak mudah menyerah, kita terkenal sebagai bangsa besar baik wilayahnya maupun jumlah penduduknya. wow sebuah modal yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi bangsa yang penuh pretasi dalam segala bidang. Bagaimana? setuju?
Senin, 14 Juni 2010
World Cup 2010 dan Kemajuan sebuah Bangsa
Perhelatan World Cup 2010 sedang berlangsung di South Africa (afrika selatan). Kita bisa melihat setiap hari pertandingan dari malam hari sampai pagi hari. Nah, saat melihat, pandangan kita akan terfokus pada pertandingan itu sendiri. Maksud saya dalam tulisan ini adalah coba kita sekali-kali melihat bagaimana megahnya bangunan (stadium) dan bagaimana jumlah penonton yang demikian banyak. Bahkan hampir tidak ada tempat duduk yang kosong. demikian juga mari kita perhatikan bagaimana penonton begitu tertibnya dalam menikmati sebuah seni yang dinamakan pertandingan sepakbola dunia. Sekarang mari kita mencoba membayangkan bagaimana bangunan, ketertiban penonton dan ketertiban di dalam stadion. Nah, persoalannya apakah negara kita sudah setara dengan Afrika Selatan atau ternyata kita masih jauh dan perlu waktu yang cukup panjang jika kita ingin seperti Afrika Selatan. Itupun kalau kita mau maju seperti mereka. Tapi kalau kita tidak mau seperti mereka kita boleh bangga dengan keadaan seperti saat ini. Cuma, konsekuensinya adalah Negara kita tidak akan pernah dapat menyelenggarakan apa itu yang dinamakan World Cup atau piala dunia sepakbola. Sering kali kita sudah merasa menjadi yang terbaik tanpa mau membandingkan dengan negara-negara yang lebih maju.Rasanya sulit kita mengatakan bahwa kita sudah maju tanpa membandingkan dengan negara lain.
dan sebagian orang mengatakan bahwa olahraga adalah salah satu indikator kemajuan sebuah bangsa. Nah, kalau memang iya berarti negara kita masih belum bisa mengimbangi kemajuan negara-negara Asia yang relatih sudah lebih maju dari banyak bidang, seperti Korea Selatan, China, Jepang atau bahkan sebenarnya kita juga kalah maju dengan Afrika Selatan. Buktinya Afrika mampu membangun 10 stadion tingkat dunia dan nilai hampir 10 trilyun. Woh bagaimana dengan Indonesia? Optimis? Ok saya salah satu orang yang optimis. Bagaiana dengan anda?
dan sebagian orang mengatakan bahwa olahraga adalah salah satu indikator kemajuan sebuah bangsa. Nah, kalau memang iya berarti negara kita masih belum bisa mengimbangi kemajuan negara-negara Asia yang relatih sudah lebih maju dari banyak bidang, seperti Korea Selatan, China, Jepang atau bahkan sebenarnya kita juga kalah maju dengan Afrika Selatan. Buktinya Afrika mampu membangun 10 stadion tingkat dunia dan nilai hampir 10 trilyun. Woh bagaimana dengan Indonesia? Optimis? Ok saya salah satu orang yang optimis. Bagaiana dengan anda?
Jumat, 11 Juni 2010
TIM PIALA DUNIA MELAWAN SEPAKBOLA INDONESIA
Hari ini, jumat 11 Juni 2010 merupakan pembukaan piala dunia sepakbola. Gelegar dan hingar bingar piala dunia yang jelas sudah sampai ke Indonesia bahkan masyarakat sudah begitu siap menyambut pertandingan per pertandingan. Bahkan negara mana dan lawan negara mana sudah tahu, hal ini karena rata mereke memiliki jadwal dengan yang sudah pasti dari media koran atau yang lain. Gelegar ini tidaklah salah dan sambuatan tidaklah salah juga. Kita harus bangga bahwa olahraga melalui sepakbola dapat diterima masyarakat Indonesia dengan begitu indahnya. Namun pertanyaannya adalah kapankah Indonesia dapat sejajar dengan negara2 lain. Minimal terjelek adalah bahwa Indonesia bisa ikut dalam piala dunia. Meski nanti pada awalnya tim sepakbola Indonesia akan memperoleh pelajaran yang sangat menyakitkan misal, setiap pertandingan selalu kalah dengan angka yang besar misal 6-0, 7-0-5-0 dan kosong-kosong yang lainnya. Itu lebih baik dari pada kita sepanjang masa hanya menjadi bangsa penonton dan hanya ikut merayakan tetapi tidak pernah memiliki mimpi terlibat dalam pertandingan di piala dunia. Pertanyaan kedua, bisa juga ada yang berpendapat lo kita kan berusaha ke arah sana dan kita terus memperbaiki kualitas tim nasional kita dan banyak alasan yang bisa kita kemukakan. Nah persoalannya adalah sampai kapan batas waktu itu kita tetapkan 10 tahun? 15 tahun? atau 25 tahun? kalau jawaban kita ya berarti kita adalah bangsa yang benar-benar bangsa yang ingin menjadi pejuang tetapi belum menjadi pejuang. Sekarang atau tidak sama sekali. Oleh sebab itu target dan program kerja yang realitis dapat mencapai ke arah itu harus sudah mulai diupayakan. Oleh siapa? pemerintah, pengurus, dan masyarakat luar dengan cara bahu membahu. Bagaimana? setuju?
Selasa, 01 Juni 2010
Malang Bisa dan Arema Juara
Selamat bagimu Malangku, selamat bagimu Arema Indonesia FC. Kau yang telah mengangkat harkat dan martabat kota Malang. Melalui Arema ternyata masyarakat Malang bisa. Bisa meraih juara sepak bola yang sangat bergengsi di percaturan sepakbola Indonesia. Rasanya pantas kita berterima kasih kepada seluruh pemain, pengurus, pelatih, pemerintah kota, suporter (aremania) dan orang-orang yang ikut berjasa dalam menghantarkan Arema juara. Merujuk slogan Indonesia bisa, ternyata sangat tepat kalau saya juga mengatakan bahwa Malang bisa. Maaf bukan berarti saya ikut-ikutan, namun memang slogan ini cocok jika saya pergunakan untuk memberikan apresiasi terhadap sang juara Arema Indonesia FC dalam kompetisi sepakbola yang paling bergengsi di Indonesia.
Kebanggaan masyarakat itulah yang sebenarnya membawa percaya diri kita (masyarakat Malang) bahwa sebenarnya kita semua bisa jika kita berusaha. Kata berusaha meskipun satu kata mengandung makna yang sangat dalam. Mengapa? karena dengan kata itu sebenarnya kita diharuskan untuk berjuang dan berjuang dalam segenap aktivitas yang kita lakukan. Tanpa itu kita hanya akan menjadi masyarakat yang bangga hanya menjadi penonton. Bagaimana? setujukan anda?
Kebanggaan masyarakat itulah yang sebenarnya membawa percaya diri kita (masyarakat Malang) bahwa sebenarnya kita semua bisa jika kita berusaha. Kata berusaha meskipun satu kata mengandung makna yang sangat dalam. Mengapa? karena dengan kata itu sebenarnya kita diharuskan untuk berjuang dan berjuang dalam segenap aktivitas yang kita lakukan. Tanpa itu kita hanya akan menjadi masyarakat yang bangga hanya menjadi penonton. Bagaimana? setujukan anda?
Minggu, 25 April 2010
Fasilitas Olahraga, Pentingkah?
Saat ini aktivitas olahraga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebutuhan masyarakat. Hal ini dikarenakan orang merasa bahwa dengan kebugaran yang baik, maka segala aktivitas yang ingin mereka lakukan dapat tercapai dengan baik. Namun saat ini, fasilitas olahraga mulai berkurang terutama di beberapa kota besar. Hal ini salah satu indikasinya adalah berkembangnya fasilitas perekonomian seperti ruko dan
perumahan. Sebenarnya bukanlah menjadi persoalan karena ini merupakan indikasi bahwa masyarakat mulai maju. Kalau kita mengaju pada UU no 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional bahwa fasilitas olahraga diatur di dalamnya. Persoalannya adalah tidak semua pengambil kebijakan mengetahui tentang adanya UU SKN ini. Nah oleh karena itu sebagai orang yang peduli terhadap kemajuan dan kesehatan bangsanya maka kita perlu mensosialisasikan ke masyarakat luas termasuk para pengambil kebijakan di negara kita. Sebagai contoh dapat kita ketahui dengan di bangunnya lapangan olahraga yang multifungsi di lapangan rampal Malang, maka setiap sabtu dan minggu pagi ribuan masya beraktivitas olahraga. Nah ini menunjukkan pentingnya fasilitas olahraga yang di fasilitasi oleh pemerintah agar masyarakat Indonesia menjadi sehat dan bugar dan dapat membangun bangsanya dengan memiliki akselerasi yang lebih cepat dari biasanya. Dalam hal pembangunan nampaknya kita perlu mencontoh RRC. Bagaimana? setujukah anda?
Jumat, 16 April 2010
Bagaimana Gaya Mengajar Kita?
Seorang guru seringkali menghendaki siswa yang diajar untuk memiliki dan menguasai materi yang kita berikan dengan baik. Sehingga dengan segala upaya pendekatan banyak dilakukan oleh guru agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Khususnya dalam pembelajaran pendidikan jasmani, ada kecenderungan yang sangat kuat guru selalu menggunakan gaya pembelajaran yang bersifat komando, artinya segala aktivitas perencanaan, pelaksanakan hingga evaluasi dilakukan oleh seorang guru itu sendiri. Satu sisi gaya ini dapat membuat seorang guru semakin meningkat profesionalismenya, namun sisi yang lain yang kurang dipahami adalah siswanya cenderung menjadi obyek pembelajaran. Konsekuensinya adalah guru semakin pintar tetapi siswa semakin kurang mandiri. Semestinya guru ada saat guru harus mengembang diri dan ada saatnya siswa yang harus berkembang. Nah dalam tulisan ini, penulis sebenarnya ingin mengajak bahwa seorang guru perlu juga belajar ketrampilan tentang bagaimana membuat siswa yang kita ajar memiliki kemandirian yang kuat. Artinya bahwa dalam pembelajaran itu ada saatnya siswa diberikan tugas agar dapat menjelaskan kesiswa lain dengan cara bertahap. Saat tertentu dia berinteraksi dengan kelompoknya saat tertentu dia dapat berinteraksi dengan kelasnya. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana peran guru? jawabnya adalah sebagai fasilitator yang handal. kapan ia harus menghentikan pembelajaran dan kapan ia harus membiarkan siswanya berani tampil sebagai upaya belajar mengkonstruksi sendiri berdasarkan tujuan pembelajaran. Bagaimana? sudahkan kita seperti itu? guru semakin profesional dan siswa semakin Mandiri dalam belajar.
Sabtu, 10 April 2010
Hujan? Bagaimana Pembelajaran Penjas?
Saat saya mau mengajar pendidikan jasmani di PGSD, cuaca ternyata tidak bersahabat artinya hujan mulai turun dan pada saat mengajar hujan cukup deras. Namun mahasiswa tetap saya ajak untuk beraktivitas pembelajaran. Nah persoalan adalah materi yang sudah saya persiapkan menjadi sia-sia karena tidak mungkin dapat dilaksanakan. Kemudian rasanya tidaklah tepat jika hanya karena hujan kemudian mahasiswa saya minta untuk pulang. Kemudian saya dan mahasiswa berunding dan saya meminta untuk mencarikan tempat berteduh. Akhirnya kita menemukan sebuah taman yang dapat dipergunakan untuk berteduh sekaligus untuk beraktivitas. Dengan tempat yang terbatas, mahasiswa saya untuk berlatih kekuatan otot perut dengan cara sit up dan otot lengah dan bahu dengan cara push up. Nah pada saat seperti ini saya menggunakan gaya mengajar dengan memberi tugas sekaligus gaya mandiri. artinya mereka melaksanakan tugas itu sekligus mereka mencatat sendiri apa yang telah dilakukan. dengan demikian ternyata kita dapat melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani meski dengan keterbatasan yang ada. Bagaimana?
Joyfull learning in physical education with modification
Modifikasi pembelajaran pendidikan jasmani selalu memberikan nuansa pembelajaran yang menyenangkan sekaligus yang memberikan tantangan bagi guru dan murid. Namun dengan catatan bahwa guru mau mengkreasi dengan menyesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa didik. Tujuan yang seharusnya kita capai dalam pembelajaran pendidikan jasmani ini adalah siswa dapat bergerak aktiv sekaligus dalam suasana yang menggembirakan. Dengan modifikasi ini, maka tidak ada alasan bagi guru untuk berkeluh kesah bahwa dia tidak dapat mengajar karena tidak ada sarana dan fasilitas. Seorang guru yang profesional adalah guru yang tidak mudah menyerah dalam situasi dan kondisi apapun. Namun justru mencoba berkreasi dan berinovasi bagaimana jika dia melakukan ini atau itu. Dia bekerja bukan semata-mata ingin dihargai oleh orang lain, namun dia bekerja memang ingin meningkatkan kualitas diri dan sekaligus mengembangkan pembelajaran pendidikan jasmani. bagaimana? setuju?
Jumat, 09 April 2010
Penelitian Tindakan Kelas Bidang Studi Pendidikan Jasmani , Apakah Tantangan Bagi Kita atau Sebaliknya?
Penelitian tindakan kelas (PTK), adalah salah satu jenis penelitian yang dapat dilakukan oleh setiap guru di berbagai bidang studi, termasuk pendidikan jasmani. PTK sebenarnya hampir setiap pembelajaran sudah dilakukan oleh guru. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Namun persoalan yang sebenarnya bukanlah tentang pembelajarannya, tetapi berkaitan apakah semua aspek dari plan sampai reflektion sudah ditulis? karena bagaimanapun juga bahwa dengan tulisan semua orang dapat mengetahui sekaligus dapat menerapkan hasil penelitian ini.
Dengan melakukan PTK, berarti kita sudah mulai melakukan budaya untuk berkarya, bekerja dan beraktivitas dengan hasil yang nyata. Tetapi saat ini, maaf nampak masyarakat kita termasuk para guru sebagian besar masih banyak yang berbudaya lisan belum berbudaya tindakan. Nah, dengan PTK inilah budaya akademik terutama guru pendidikan jasmani akan mulai nampak dan hasilnya akan dapat mengangkat kemajuan dan perkembangan yang positif untuk bidang studi pendidikan jasmani. Gimana?
Dengan melakukan PTK, berarti kita sudah mulai melakukan budaya untuk berkarya, bekerja dan beraktivitas dengan hasil yang nyata. Tetapi saat ini, maaf nampak masyarakat kita termasuk para guru sebagian besar masih banyak yang berbudaya lisan belum berbudaya tindakan. Nah, dengan PTK inilah budaya akademik terutama guru pendidikan jasmani akan mulai nampak dan hasilnya akan dapat mengangkat kemajuan dan perkembangan yang positif untuk bidang studi pendidikan jasmani. Gimana?
Rabu, 07 April 2010
Pendidikan Jasmani, Mengapa seperti ini?
Mengajar pendidikan jasmani, memerlukan media untuk beraktivitas. namun seringkali para guru terjebak dengan ketiadaan alat bantu. mereka berkeluh kesah bahwa pendidikan jasmani tidak di perhatikan oleh sekolah, di anak tirikan atau bahkan ada yang bilang pendidikan jasmani dipandang sebelah mata oleh sekolah. Mengapa hal ini dapat terjadi? ya kita mesti menelaah dan merenung atau refleksi diri mengapa ini terjadi? dibawah ini beberapa alternatif hasil renungan, 1) karena para guru terjebak dengan pembelajaran dengan konsep olahraga standar dengan sarana terstandar sehingga jika tidak ada sarana mereka tidak mengajar atau siswa dibiarkan bermain apapaun sendiri, 2) ada semacam labelling oleh bidang studi lain yang melekat pada guru penjas bahwa guru penjas itu sangat "enak" artinya hanya dengan bekal peluit mereka bisa mengajar, 3) maaf, kreativitas teman2 penjas (melempem) dan jarang ditunjukkan kepada guru-guru lain bahwa dengan sarana yang sangat minim guru penjas mampu mengajar dengan baik.
dengan beberapa refleksi diri tersebut, sejatinya setiap guru penjas memiliki kesempatan berkembang yang sama dengan guru bidang studi lain dengan catatan jika kita memiliki keinginan diri untuk selalu maju dan memajukan pembelajaran pendidikan jasmani.
Inovatif dan kreativitas sangat terbuka lebar dalam pembelajaran pendidikan jasmani. namun kembali ke persoalan awal apakah kita berkeinginan untuk mensejajarkan bahkan melebihi bidang studi lain? kalau jawaban kita Ya bearti kita sudah mulai mengarah pada profesionalisme. setuju?
dengan beberapa refleksi diri tersebut, sejatinya setiap guru penjas memiliki kesempatan berkembang yang sama dengan guru bidang studi lain dengan catatan jika kita memiliki keinginan diri untuk selalu maju dan memajukan pembelajaran pendidikan jasmani.
Inovatif dan kreativitas sangat terbuka lebar dalam pembelajaran pendidikan jasmani. namun kembali ke persoalan awal apakah kita berkeinginan untuk mensejajarkan bahkan melebihi bidang studi lain? kalau jawaban kita Ya bearti kita sudah mulai mengarah pada profesionalisme. setuju?
Sabtu, 20 Februari 2010
Sudahkah Guru Pendidikan Jasmani Menyatu dg Teknologi Informasi?
Guru pendidikan jasmani seringkali disamakan dengan guru yang tugasnya 'sangat mudah'. karena dengan bekal peluit dan stopwatch (kalau punya), maka dia sudah dapat dikatakan bisa mengajar. Bahkan guru pendidikan jasmani sering diasumsikan guru yang selalu dapat mengatasi masalah jika ada siswa-siswa yang nakal. Atau maaf, guru yang bermodal dengkul bahkan guru yang suara lantang dan keras sehingga banyak yang takut dengan guru pendidikan jasmani.
Tapi benarkah kondisi yang seperti itu? jelas kita akan menjawab tidak dan sama sekali sebutan-sebutan itu tidak benar. Bagaimanapun juga banyak guru-guru pendidikan jasmani yang sangat baik, bahkan memiliki kompetensi educational, personal, profesional dan sosial dengan baik. Namun demikian kalau toh anggapan itu ada yang benar, kenapa kita tidak mencoba mengevaluasi diri, agar image yang tidak benar itu benar-benar berubah menjadi image yang benar.
Nah kalau judul tulisan saya di atas berkaitan dengan sudahkan guru pendidikan jasmani tanggap dengan teknologi informasi? ini semata-mata sebagai upaya saya untuk mengajak teman-teman tanggap dengan teknologi informasi apakah itu penggunakan komputer, internet sebagai media pembelajar yang menantang siswa-siswi kita. Karena dengan kita canggih dalam penggunakan komputer dan internet rasanya kita sudah memiliki kemampuan profesional yang tidak diragukan lagi. Apa lagi dalam kedua media itu berbagai kemudahan untuk meraih ilmu demikian sangat luasnya.
Memang saya menyadari bahwa kita juga harus profesional dalam mengajar skill dan metodiknya dan ini kalau menurut saya tidak dapat ditawar lagi. Guru pendidikan jasmani harus benar-benar ahli dan otomatically dalam mengajar dengan baik. Namun jika kita dapat menguasai kedua teknologi itu maka kita sebagai guru pendidikan jasmani rasanya tidak ketinggalan dibanding dengan guru-guru bidang studi lainnya. bahkan dengan masyarakat lain. Bagaimanapun juga dalam masa mendatang bangsa ini harus bersaing dengan ketat dengan bangsa-bangsa lain jika kita tidak inginketinggalan. Bagaimana? setuju?
Tapi benarkah kondisi yang seperti itu? jelas kita akan menjawab tidak dan sama sekali sebutan-sebutan itu tidak benar. Bagaimanapun juga banyak guru-guru pendidikan jasmani yang sangat baik, bahkan memiliki kompetensi educational, personal, profesional dan sosial dengan baik. Namun demikian kalau toh anggapan itu ada yang benar, kenapa kita tidak mencoba mengevaluasi diri, agar image yang tidak benar itu benar-benar berubah menjadi image yang benar.
Nah kalau judul tulisan saya di atas berkaitan dengan sudahkan guru pendidikan jasmani tanggap dengan teknologi informasi? ini semata-mata sebagai upaya saya untuk mengajak teman-teman tanggap dengan teknologi informasi apakah itu penggunakan komputer, internet sebagai media pembelajar yang menantang siswa-siswi kita. Karena dengan kita canggih dalam penggunakan komputer dan internet rasanya kita sudah memiliki kemampuan profesional yang tidak diragukan lagi. Apa lagi dalam kedua media itu berbagai kemudahan untuk meraih ilmu demikian sangat luasnya.
Memang saya menyadari bahwa kita juga harus profesional dalam mengajar skill dan metodiknya dan ini kalau menurut saya tidak dapat ditawar lagi. Guru pendidikan jasmani harus benar-benar ahli dan otomatically dalam mengajar dengan baik. Namun jika kita dapat menguasai kedua teknologi itu maka kita sebagai guru pendidikan jasmani rasanya tidak ketinggalan dibanding dengan guru-guru bidang studi lainnya. bahkan dengan masyarakat lain. Bagaimanapun juga dalam masa mendatang bangsa ini harus bersaing dengan ketat dengan bangsa-bangsa lain jika kita tidak inginketinggalan. Bagaimana? setuju?
Sabtu, 02 Januari 2010
Bagaimana Peluang Indonesia dalam Sea Games ke Depan
Dua tahun yang akan datang Indonesia menjadi tuan rumah Sea Games. Waktu yang sangat pendek untuk mempersiapkan para atlet andalan untuk berlaga. Apalagi kalau kita dibebani dengan target yang tidak realistis. Artinya target yang didasarkan pada perolehan medali khususnya emas pada Sea Gemas di Laos yang baru saja berlangsung. Tidak realistik artinya Indonesia ditarget menjadi juara umum untuk 2 tahun yang akan datang. Nah, kita bisa bayangkan selisih perbedaan medali emas dengan Thailan dan Vietnam yang hampir 40 an sendiri. Bagaimana kita dapat membayangkan bahwa dalam jangka 2 tahun kita akan mampu mengejar medali sebanyak itu. Bagaimanakah kita? sangat yakin? yakin? atau tidak yakin? bisa mencapai target tersebut. Nah, ini kalau menurut saya adalah pekerjaan rumah untuk para pengambil kebijakakan. Artinya dari merekalah target itu bisa dipenuhi atau tidak. Jika para pengambil kebijakan mengatakan sangat Yakin bisa juara umum, maka pertama konsep kebijakan apa yang harus diterapkan. kedua, kalau kebijakannya biasa saja maka hasilnya juga biasa saja. Oleh sebab itu perlu kebijakan yang luar biasa. Ini berarti perlu sebuah kebijakan yang bersifat akselerasi atau percepatan. Sebagai contoh, pemusatan latihan harus sudah dimulai sejak sekarang dan juga frekuensi pertandingan harus terukur. Artinya berapa jumlah yang pasti harus sudah dirancang baik dalam negeri maupun luar negeri. Mencari segera bibit-bibit olahragawan baik di klub2 atau di sekolah-sekolah. Maka salah satu cara agar bibit olahgarawan yang dari sekolah muncul maka perlu memperbanyak pertandingan atau perlombaan. Nah, bagaimana pendapat anda?
Olahraga Sebagai Media Perdamaian
Perdamaian adalah impian masyarakat yang sehat. Masyarakat yang menghendaki lingkungan yang tercipta dengan aman dan nyaman. Namun kata ini sering mudah kita pahami namun cukup sulit kita wujudkan. Olahraga adalah sebuak aktifitas gerak yang dapat melibatkan banyak orang. Sebagai contoh senam masal, jalan sehat, pertandingan sepakbola. Ada 2 hal yang perlu kita pahami bahwa untuk menciptakan sebuah masyarakat yang damai tidak begitu saja ada. Namun perlu sebuah usaha yang terus menerus sehingga muncullah suatu habit/kebiasaan masyarakat terhadap arti perdamaian itu sendiri. Sebagai alat perdamaian saat banyak orang berkumpul dalam sebuah kegiatan olahraga, maka pihak yang berkepentingan dapat menghimbau sekaligus mengajak partisipan untuk menciptakan perdamaian. Selanjutnya dalam conten olahraga itu sendiri sebenarnya banyak unsur-unsur yang secara langsung mengikat masyarakat yang terlebit dalam nuansa perdamaian, yaitu berbagai rule/aturan yang memang bertujuan untuk menciptakan nuansa damai. Sebagai contoh penonton sepakbola tidak diperbolehkan berkata-kata kotor., pemain tidak diperbolehkan mencemooh lawan atau bertindak yang bersifat menghina lawan. nah, 2 hal ini sebagai unsur penting dalam menciptakan perdamaian. Bagaimana? setuju?
Langganan:
Postingan (Atom)